1.Cupcake
“Aduh,kok tugas bisa banyak kaya gini sih,”keluh Ivi,
‘iya nih,malah tugas matematika nya 60 soal lagi,ya tuhan...
bisa-bisa kepala aku ada asapnya kaya gunung sinabung ini”jawab Emmelie,
“ih kamu kelihatan
bohongnya,mana bisa kepala kita keluar asap,emangnya kepala kita ini kawah
gunung?!”jawab ivi balik,
”idih vi,aku kan Cuma ngasih kiasan kalii,oh iya nih by the way on
the way busway aku mau pulang duluan yahh,kaka aku udah jemput tuh,bye bye
ivi~”,ucap emmelie sambil berjalan menuju kakak laki lakinya yang sudah
menunggu di seberang jalan,
”iyadeh,bye~hati-hati ya~”jawab ivi.
“Pengen beli cupcake ahh,daripada bete mikirin tugas,mendingan aku
refresh nih otak”gumam ivi sambil menuju ke tempat patisserie langganannya.
Setibanya di toko pattisserie
langganannya,ivi masuk ke dalam dan melihat-lihat cupcake kegemarannya,sambil
ia berjalan,tak sengaja ada seorang pelajar laki-laki yang terlihat 2 tahun
lebih tua dari ivi juga melakukan hal yang sama,dan tak sengaja keduanya
bertabrakan,lalu
“aduhh,apa-apaan sih?! Main nyosor-nyosor aja,ga liat apa aku lagi
ngeliat-liat”kata ivi,
”maaf,aku sedang mencari cupcake kesukaan adikku,”jawab pelajar
laki-laki itu,
lalu ivi menatap wajah pelajar tersebut lalu tiba-tiba ia
bergumam”oh my gosh!k-ka Adit?!”lalu pipinya menjadi blushing dan pelajar yang
diketahui bernama adit itupun berkata
”k-kamu kenapa?kok tiba-tiba blushing?!”,
”ng-ngga kok,a-aku biasanya gini kalo lagi shock” jawab ivi,
”oh baiklah,kamu suka cupcake?”tanya adit,
”iya,ini moodbooster aku,kaa”jawab ivi,
”iyadeh,nih aku beliin kamu cupcake,sebagai permintaan maaf
aku”kata adit,
”ha?j-jangan kaa,gapapa kokk,aku gamarah kok”,jawab ivi,
”udah ambil aja,aku ikhlas kok”kata adit sambil tersenyum manis
dan memberi cupcake pada ivi,
”m-makasih ya kak”jawab ivi,dan seketika pipinya semakin merah
gara-gara kelakuan adit terhadapnya.
“yaudah aku pergi dulu
ya,kamu hati hati”kata adit sambil meninggalkan ivi,”iya kaa,kaka juga
hati-hati yah”jawab ivi.
“huhhh,greget banget sihh hari ini”ivi menghela nafas sambil pergi
dari toko patisserie.
Setibanya dirumah,ivi malah langsung
mengambil handphonenya lalu mengambil foto dari cupcake yang diberikan oleh
adit kepadanya,dengan ekspresi yang kegirangan,ivi mengunggah fotonya ke
instagram dengan caption “he gave me my favorite
cupcake,gosh,gosh,gosh!”tulisnya. lalu emmelie mengomentari foto yang ia upload
dengan kata
“@adamouivi ihh blagu banget sih kamu vi,itu cupcake kamu juga
tuhh yang beli,pake ‘he’ ‘he’ segala lagi”,
”ihh,enak aja ini emang dibeliin,sama orang yang aku kagumi sejak
pertama kali masuk sma @deforestemmelie”balas ivi,
”@adamouivi iyadeh,besok ceritain okey?!”,
”iyadehh,bawel!”balas ivi lagi.
Lalu mamanya ivi datang dan heran
melihat ivi senyum-senyum gajelas melihat cupcake itu,
”idih,kamu kenapa vi?kok kaya gitu sih ngeliatin cupcakenya?ciee
jangan-jangan dari pacar baru ivi ya?”goda mamanya,
”ihh mama,enak aja”lalu ivi berlari menuju kamarnya,dan duduk di
atas tempat tidurnya sambil berpikir
”makan,ngga,makan,ngga,makan..., makan aja deh,daripada cupcakenya
jadi gabagus lagi,ka adit kan ngasih cupcake ini ke aku kan untuk aku makan,bukan
buat dijadiin pajangan”gumamnya,lalu ia memakan cupcake tersebut dengan penuh
perasaan karena saking sayangnya ia kepada cupcake pemberian adit itu.
Usai melahap cupcake tersebut,ivi
pergi mandi,saat mandi pun ia bersenandung kegirangan karena kejadian
tadi,setelah ia selesai mandi,ivi melihat handphonenya lalu ia mendapat pesan
dari emmelie,yang berisi
”vii!tugas geografi halaman 135-150 udah selesai belum?! Besok
dikumpulin lohh! Aku juga belum selesai ini,kalo mau ngerjain bareng,cepetan
langsung kerumah aku,secepatnya”,ivi pun panik karena ia juga belum
menyelesaikan tugas tersebut,ia melihat ke jam dinding,jam sudah menunjukkan
pukul 19:15,
”ya tuhan! Selesai gak yahh,udah jam segini lagi”kata ivi sambil
bergegas mengganti pakaian dan langsung mengemasi buku –buku yang ia akan
gunakan untuk mengerjakan tugas tersebut. Ivi langsung menuju ke mamanya dan
berkata
”ma,aku kerumah emmelie ya,daa ma,aku buru-buru nihh”,
”ehh iyaa,hati-hati,jangan pulang kemalaman”jawab mamanya,
”iya maa,aku pergi dulu”.
Setibanya dirumah emmelie,ivi
langsung mengeluarkan buku-bukunya,dan segera mengerjakan tugas-tugas yang
diberikan. Tak lama kemudian emmelie bertanya
”ehh vi,zat fosfor di laut ambon itu mengakibatkan laut ambon
tampak berwarna apaan sih?”,
’ya ampun,masa kamu gatau sih lie? Ya berwarna ungu lah,”jawab
ivi,
”iyadeh,aku paling males banget pelajaran geografi ini,soalnya
agak susah,mendingan sosiologi dehh”kata emmelie,
”iyadeh yang nantinya mau jadi sosiolog”kata ivi.
Saat jam telah menunjukkan pukul
21:45,mereka telah menyelesaikan tugasnya lalu ivi mengemas
barang-barangnya,lalu ivi berkata
”ehh lie,lain kali kalo ada tugas lagi ngerjainnya di rumah aku
ya!”,
”iyadeh,iya kita kan ganti-gantian buat tugasnya dirumah
siapa,yaudah hati-hati yah pulangnya,bye~”jawab emmelie,
”oke,bye~”balas ivi.
Setibanya ivi dirumahnya,ia langsung
mengganti bajunya dengan piyama,dan mencuci wajahnya,setelah itu ia langsung
pergi tidur,ia melupakan makan malamnya karena ia terlalu lelah mengerjakan
tugas yang banyak tadi.saat ivi sudah hampir tertidur,tiba-tiba ia teringat
kejadian tadi siang di toko patisserie,ia malah jadi menghayal jika adit
menembaknya,hal itu ,membuatnya senyum-senyum sendiri,lalu tak lama kemudian,ia
tertidur.
Keesokan harinya, ia terkejut melihat
jam dinding,jam sudah menunjukkan pukul 07:00 ia langsung bergegas menuju kamar
mandi dan terburu-buru mandi dan langsung bersiap memakai seragam dan
menyiapkan buku-buku pelajarannya. Setelah itu,ia bergegas ke meja makan untuk
segera mengambil sarapannya untuk dimakan di perjalanan. Setibanya ia
disekolah, sudah pukul 07:28 nyaris saja ia terlambat dan ia segera menuju ke
kelasnya.
Setibanya dikelas,ia langsung duduk
di tempat duduknya tepat di samping emmelie,lalu emmelie bertanya
“kok telat sih?kenapa?”,
”gapapa kok,cume kelamaan bangun aja hahaha,”jawab ivi,lalu
emmelie menjawab
“iyadeh”.
tak lama kemudian bel pelajaran pun berbunyi,guru tiba di
kelas,dan pelajaran di mulai.saat bel istirahat berbunyi,ivi dan emmelie
berjalan menuju kantin untuk makan, setibanya mereka di kantin,mereka langsung
memesan makanan kepada auntie kantin,begitu mereka memanggil ibu kantin. Sambil
menunggu pesanan mereka datang, emmelie teringat dengan foto cupcake di
instagram ivi kemarin,lalu emmelie bertanya
“oh iya vi,by the way on the way busway,cupcake kemaren dari siapa
sih? Kayaknya tu orang spesial banget sampe kamu upload fotonya kie instagram”,
”ohh itu cupcake dari ketua osis yang aku suka waktu MOS,dia itu
kayaknya romantic banget,soalnya kamu tau kan? Waktu Mos, aku orangnya jutek
banget,paling anti-senyum,terus pas dia ngeliat aku kaya gitu,dia nyuruh aku
senyum dan kata-kata bahwa senyum itu bagus untuk aku sendiri bahkan orang yang
ngeliat senyumku.dia bahkan bilang kalo dia aja suka ngeliat senyum aku”jawab
ivi.
Saat ivi menjawab pertanyaan
emmelie,auntie kantin pun datang membawa makanan pesanan mereka,lalu mereka
makan, sambil makan emmelie bertanya lagi
”siapa sih vi? Aku kurang merhatiin dih waktu mos,jadi wajar aja
ya kalo naku gatau bahkan ketua osisnya siapa hahaha..”,
”ka Adit,aku ngerasa nyaman aja kalo deket dia,soalnya dia itu
dewasa banget,kadang-kadang aku ngerasa melting-melting gimana gitu kalo deket
dia,ahhh~”jawab ivi,
”seriusan kamu vi? Ka adit anak kelas 12 ipa yang cetar membahana
badai lalu lintas menggetarkan dunia akhirat itu?!”tanya emmelie lagi.
”iya,kenapa sihh? Alay banget sampe menggetarkan dunia akhirat,dia
Cuma menggetarkan hati aku seorang kok hahahaa...”jawab ivi,
”kamu ga takut sama sandra,si cewek yang cantiknya anti badai
katulistiwa yang melanglang buan di cakrawala itu?”kata emmelie,
”ihh kamu kok alay banget sihh lie? Jangan jangan kamu sepupunya
syahrini yah? Emangnya sandra itu siapa sih? Pacarnya ka adit?” tanya ivi,
”iya emang bukan pacarnya ka adit,tapi denger-denger dia itu suka
sama ka adit,lagipula kamu itu bener-bener ga pernah ngeliat dia yah? Dia itu
cantik banget tau,rambutnya panjang,poni rata yang rapih,kulitnya putih
bersih,baik dan ga sombong lagi,cowok-cowok dikelas kita aja banyak yang suka
sama dia,bahkan si radek tergila-gila sama dia”,
”ha? Iyadeh”jawab ivi dengan mood yang agak,menurun.
Setelah mereka selesai makan,mereka
membayarkan uangnya ke ibu kantin dan langsung kembali ke kelas. Di perjalanan
menuju ke kelas,ivi dan emmelie berpapasan dengan sandra,kejsi,dan aysel,lalu
emmelie mencolek ivi dan membisik pada ivi
“ehh,itu tuh,yang nama sandra yang rambutnya panjang dan lurus”,
”ehh iya ya,cantik emang aku kalah telak banget” jawab ivi takjub
sekaligus moodnya semakin turun.
Setibanya dikelas,bel pelajaran pun
berbunyi,saat itu adalah pelajaran bahasa spanyol,ketika gurunya memberikan
catatan,ivi termenung dan bergumam
“ahhh,hancur semua,hancur! Aku harus cari tahu tentang yang
namanya sandra-sandra itu,pokoknya harus!”
kemudian ivi berbalik ke belakng dan bertanya kepada soraya,
”aya,kamu tau ngga? Sama cewe yang namanya sandra-sandra itu?”,
”aku tahu kok,yang cantik banget itu kan? Kenapa?”kata soraya,
”coba ceritain ke aku deh,dia itu orangnya kayak gimana sih?”tanya
ivi,
”dia itu orangnya cantik,baik,pinter,tapi kejelekannya dia itu
orangnya ambisius,dia nggak akan biarin apapun menghalangi apa yang ia
inginkan,dia akan menyingkirkan penghalang itu,apapun caranya,dengan cara yang
paling licik sekalipun”jawab soraya,
”ha? Masa sih?! Kok bisa gitu sih? Kamu tahu dari mana coba?”tanya
ivi lagi,
”aku pernah menyaksikan bahkan seluruh anak osis pernah
menyaksikan kalo sandra itu mempermalukan kak elena dengan cara meletakkan lem
di kursi tempat duduknya kak elena,sampe rok nya kak elena sobek”jawab soraya,
”kenapa dia ngelakuin itu? Soalnya kak elena deket sama ka
adit,terus sandra juga pernah nyeburin kak elena ke kolam ikan dengan sengaja
waktu malam pentas seni osis,gara gara ka adit ngegandeng kak elena,padahal itu
Cuma sekedar hubungan antara ketua dengan wakil ketua waktu mau kasih kata
pembukaan,yang nyuruh mereka ngelakuin itu malah pembina osis sendiri”kata
soraya,
”kak elena gak melawan si sandra?”tanya ivi,
”nggak,kak elena takut karena ia tahu betu sifatnya si sandra itu
kaya gimana,lagipula kak elena itu orangnya sabar banget,jadi orang kaya sandra
itu ga bakalan di gubris sama dia”.
Saat sedang asyik berbincang ternyata
bu nelly mengetahui mereka berdua sedang sedang berbincang dan bu nelly menegur
mereka
”soraya!ivi! kerjakan tugas yang saya berikan!!! Jangan berbincang
saat saya telah menugaskan kepada kalian untuk mengerjakan latihan!”kata bu
nelly,
”b-baik bu,maaf”jawab soraya dan ivi,
”oke makasih ya info nya”kata ivi kepada soraya,
”oke sama-sama”jawab soraya.
Saat waktu pulang sekolah tiba,ivi
dan emmelie pulang bersama seperti biasanya,lalu emmelie bertanya pada ivi,
”kamu ngomongin apaan sih tadi sama si soraya?penting banget
kayaknya,sampai-sampai dimarahin sama bu nelly, hahahaha...”,
”ihh apaan sih kok malah di ketawain,aku nanya tentang si sandra
tadi,karena soraya sama sandra dalam organisasi yang sama,jadi aku cukup lengkap
juga dapet info tentang si sandra itu”jawab ivi,
”oh iya aku belum kasih satu hal lagi sama kamu kalo sandra itu
orangnya licik lohh”kata emmelie,
”sayangnya aku udah tau lebih detil dari si soraya wee”ejek ivi,
”ihh nyolot banget sihh,yaudah kalo kamunya udah tau,huhh”kata
emmelie.
Setelah beberapa saat berjalan
kaki,emmelie berkata,
”by the way on the way busway aku pulang dulu yah,kaya bisa,kaka
aku udah nunggu diditu tuhh dhaa dhaa~”,
”oke bye~”jawab ivi.
Ivi berniat untuk pergi lagi ke toko patisserie langganannya,
“aku bener-bener butuh moodbooster super aku!pokoknya butuh! Dihh
lama –lama aku jadi ketergantungan juga sama cupcake”gumamnya.
Saat ivi melangkah masuk ke
dalam toko,ia melihat adit sedang melihat-lihat cupcake entah itu untuk dirinya
atau adiknya lagi. Saat ivi berjalan menuju etalase cupcake untuk mencari super
moodboosternya,adit meyapanya,tetapi ivi hanya menjawabnya dengan singkat dan
nada yang jutek.
Ketika ivi telah menemukan cupcake
yang ia cari, ia segera membayar dan pulang dengan membawa cupcake yang telah
di bayarnya tersebut dengan meninggalkan adit tanpa sepatah kata pun.
Bersambung. . .
Bersambung. . .